Pemerintah Kota Batam

Dari WikiBatam
Lompat ke: navigasi, cari

Visi Misi Kota Batam

VISI

Visi Kota Batam periode 2021-2026 dirumuskan dengan memperhatikan kemajuan yang telah dicapai pemerintahan periode sebelumnya, berbagai permasalahan serta isu-isu strategis pembangunan daerah di masa mendatang.Visi pembangunan jangka panjang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Batam Tahun 2005-2025 juga diacu dalam perumusan visi jangka menengah ini. Karenanya, maka rumusan Visi Kota Batam periode 2021-2026 adalah:

TERWUJUDNYA BATAM SEBAGAI BANDAR DUNIA MADANI YANG MODERN DAN SEJAHTERA

Penjabaran visi di atas adalah sebagai berikut :

Batam : Meliputi wilayah dan seluruh isinya. Artinya Kota Batam dan seluruh warga-nya yang berada dalam suatu kawasan dengan batas-batas tertentu yang berkembang sejak 1970 hingga sekarang.


Bandar Dunia : mengandung makna Kota Batam diarahkan menjadi kota industri, perdagangan, pariwisata dan alih kapal yang kompetitif dan dinamis di Asia Tenggara, serta atraktif bagi pelaku bisnis yang berpotensi menjadi "center of excellence".


Madani : bermakna pembangunan Kota Batam diarahkan untuk mewujudkan masyarakatnya yang berkarakter, berperadaban, sopan santun, disiplin, serta berbudaya tinggi, berbanding lurus dengan konsep civil society yang religius.


Sejahtera : mengandung makna kondisi masyarakat yang utuh lahir dan batin meliputi kondisi yang baik di tingkat pendidikan,kesehatan dan pendapatan, rasa aman, merdeka serta mampu mengaktualisasikan potensi ada.


Modern : mengandung makna sebagai sikap, cara berfikir, dan cara bertindak yang produktif, berdaya saing, mandiri, terampil dan inovatif dengan mengedepankan tatanan sosial yang toleran, rasional, bijak dan adaptif terhadap dinamika perubahan.


Pokok visi “modern” menjadi cara atau strategi bagaimana mencapai tiga pokok visi lainnya. Pengembangan Kota Batam dalam lima tahun kedepan diarahkan untuk membiasakan dan mendorong pentahelix pembangunan, meliputi pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi maupun lembaga dimasyarakat,berperilaku “modern” untuk mewujudkan Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani dan Sejahtera.


MISI

Untuk mencapai visi “TERWUJUDNYA BATAM SEBAGAI BANDAR DUNIA MADANI YANG MODERN DAN SEJAHTERA”, beberapa misi penyelenggaraan pemerintahan periode 2021-2026 telah ditetapkan oleh pemerintah Kota Batam.Misi penyelenggaran pemerintahan Kota Batam tahun 2021-2026 adalah sebagai berikut:

Misi Pertama : Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan melalui peningkatan kualitas dan diversifikasi kegiatan perekonomian berbasis keunikan dan keunggulan wilayah. Misi ini diselenggarakan untuk mencapai pokok visi yang pertama dan keempat, Kota Batam sebagai “Bandar Dunia” yang “Modern”. Sesuai potensi ekonomi lokal yang ada, maka aktivitas perekonomian Kota Batam bertumpu pada pengembangan sektor unggulan daerah, yaitu industri, perdagangan, dan pariwisata dengan tetap menjamin pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Selain itu,lokasi Kota Batam yang strategis merupakan keunggulan wilayah yang dapat dimanfaatkan sebagi tempat alih kapal yang kompetitif dan dinamis serta atraktif bagi pelaku bisnis sehingga menjadi "center of excellence" di Asia Tenggara. Dengan demikian, Kota Batam diharapkan memiliki pertumbuhan ekonomi yang mantap namun tetap memperhatikan pemerataan pendapatan atau pun produktifitas ekonomi antar kelompok masyarakat maupun wilayah.


Misi Kedua : Mewujudkan Pembangunan Kota yang Berkelanjutan didukung Infrastruktur,Utilitas dan Sistem Transportasi yang Maju,Ramah, Aman, Asri dan Nyaman sesuai Tata Ruang. Misi ini juga menjadi bagian upaya pencapaian pokok visi Kota Batam sebagai “Bandar Dunia” yang “Modern”. Untuk menciptakan Kota Batam sebagai kota industri, perdagangan dan pariwisata, serta centre of excellence di Asia Tenggara,maka pengembangan dukungan infrastruktur, utilitas dan sistem transportasi yang maju menjadi keharusan. Selain itu, penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaku bisnis melalui kota yang ramah, aman dan nyaman juga menjadi keharusan. Kota Batam diharapkan menjadi kota yang layak huni.


Misi Ketiga : Mewujudkan SDM yang Berdaya Saing, Berbudaya, Produktif dan Berakhlak Mulia. Misi ini diselenggarakan untuk mencapai pokok visi “Sejahtera” dan “Modern”, yaitu mewujudkan masyarakat sejahtera berbasis potensi sumber daya lokal, baik di bidang sosial,ekonomi maupun budaya. Kesejahteraan sosial terjadi saat kualitas hidup masyarakat meningkat, yang tercermin dari meningkatnya indeks pembangunan manusia serta menurunnya masyarakat miskin. Kesejahteraan ekonomi tercapai saat masyarakatnya produktif dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang mantap yang bersumber dari peningkatan produktifitas sektor-sektor ekonomi potensial (lokal).Kesejahteraan di bidang budaya tercermin dari berkembangnya potensi budaya daerah/lokal, masyarakat yang memiliki rasa aman, merdeka serta mampu mengaktualisasikan potensinya, khususnya saat berperan serta dalam pembangunan.


Misi Keempat : Melanjutkan Percepatan pembangunan di Daerah Hinterland untuk pemerataan dan sebagai penopang perekonomian Kota Batam. Misi ini diselenggarakan untuk mencapai pokok visi “Sejahtera” sekaligus “Bandar Dunia” yang “Modern”. Dibalik lokasi wilayah yang strategis, Kota Batam yang merupakan wilayah kepulauan memiliki tantangan pembangunan tersendiri untuk menjamin pembangunan segala bidang yang merata di seluruh wilayah. Masyarakat Kota Batam yang “sejahtera” akan terwujud secara merata jika pembangunan daerah hinterland, khususnya infrastruktur dasar dan daerah, sebagai wilayah penopang Kota Batam dipercepat sehingga tidak terlalu jauh tertinggal dibandingkan dengan pembangunan daerah mainland/kota.


Misi Kelima : Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Responsif, Efektif dan Efisien berbasis teknologi informasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Misi ini diselenggarakan untuk mencapai pokok visi “Madani” yang “modern”, yaitu masyarakatnya yang berkarakter, berperadaban,sopan santun, disiplin, serta berbudaya tinggi dan berbanding lurus dengan konsep civil society yang tetap mengedepankan sikap religius. Permasalahan permasalahan pembangunan yang terjadi di Kota Batam salah satunya dikarenakan oleh keterbatasan kualitas tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, seperti keterbatasan kualitas sumber daya manusia, sarana prasarana pendukung pelayanan, pengelolaan keuangan daerah hingga sistem/kelembagaan pemerintahan. Penyelenggaraan birokrasi yang profesional dan berintegritas merupakan upaya peningkatan kualitas reformasi birokrasi sehingga terjadi peningkatan kualitas pemerintah dalam memberikan pelayanan maupun menyelenggarakan urusan pemeritahan lainnya yang mampu menjadi modal atau penggerak pembangunan Kota Batam.


Pokok visi “modern” menjadi pokok visi yang ingin dicapai di seluruh penyelenggaraan misi yang telah ditetapkan. Hal ini dikarenakan pokok visi “modern” merupakan cara atau strategi mencapai tiga pokok visi lainnya.Penyelenggaraan ke lima misi pembangunan mengarahkan dan membiasakan seluruh stakeholders pembangunan Kota Batam bersikap, berfikir, dan bertindak produktif, berdaya saing, mandiri, terampil dan inovatif dengan tetap mengedepankan tatanan sosial yang toleran, rasional, bijak dan adaptif terhadap dinamika perubahan.

Ekonomi Kota Batam

Pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional menjadikan wilayah ini andalan bagi pemacu pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun bagi Provinsi Kepulauan Riau. Beragam sektor penggerak ekonomi meliputi sektor komunikasi, sektor listrik, air dan gas, sektor perbankan, sektor industri dan alih kapal, sektor perdagangan dan jasa merupakan nadi perekonomian kota batam yang tidak hanya merupakan konsumsi masyarakat Batam dan Indonesia tetapi juga merupakan komoditi ekspor untuk negara lain. Keberadaan kegiatan perekonomian di Kota ini juga dalam rangka meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kota Batam sebagai pelaksana pembangunan Kota Batam bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat daerah Kota Batam serta keikutsertaan Badan Otorita Batam dalam meneruskan pembangunan, memiliki komitmen dalam memajukan pertumbuhan investasi dan ekonomi Kota Batam, hal ini dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman ketiga instansi tersebut, yang kemudian diharapkan terciptanya pembangunan Kota Batam yang berkesinambungan. Batam, bersama dengan Bintan dan Karimun kini telah berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus(KEK). Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi di Batam yang pada akhirnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pariwisata

Terminal Ferry Internasional Sekupang, yang menghubungkan Batam dengan Singapura Pada tahun 2010, Kota Batam menggelar tahun kunjungan wisata bertajuk Visit Batam 2010 – Experience it. Didukung oleh fasilitas hotel dan resort berstandar internasional serta aneka kegiatan wisata yang disusun dalam Kalender Kegiatan Kepariwisataan Kota Batam, diharapkan dapat menjamin kenyamanan dan kepuasan wisatawan domestik dan mancanegara saat berkunjung ke Kota Batam.

Industri

Industri di Batam terbagi menjadi industri berat dan industri ringan. Industri berat didominasi oleh industri galangan kapal, industri fabrikasi, industri baja, industri logam dan lainnya. Sedangkan industri ringan meliputi industri manufacturing, industri elektronika, industri garment, industri plastik dan lainnya. Selain itu, Batam juga dikenal memiliki produksi galangan kapal terbesar di Indonesia.[butuh rujukan]

Kawasan Perdagangan Bebas Indonesia

Kawasan Perdagangan Bebas Indonesia (Indonesia Free Trade Zone) merupakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan dilaksanakan oleh BP Batam (Badan Pengusahaan Batam) menjadi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di mana pelabuhan di Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun memiliki izin bebas pajak barang ekspor-impor yang berlaku mulai 1 April 2009 oleh Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan. Hal ini membuat barang elektronik di Kota Batam atau kendaraan dibebaskan dari PPN, dan menyebabkan barang elektronik yang akan keluar dari Batam dikenakan Pajak Tambahan, serta mobil yang saat dibeli tidak dibayar PPN-nya, tidak bisa dibawa keluar Batam, sebelum membayar PPN 10%.

Sejarah

Terbentuknya Pemerintah Kota Batam sebagai institusi Eksekutif yang melaksanakan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, menjadi harapan untuk dapat menjawab setiap permasalahan maupun tantangan yang muncul sesuai dengan perkembangan Sosial Ekonomi, Sosial Budaya, Politik dan lainnya dalam masyarakat.


Pemerintah Kotamadya Batam dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 1983 dan diresmikan pada tanggal 24 Desember 1983 yang bersifat Administratif dipimpin oleh Walikota yang berkedudukan setingkat dengan Kabupaten/ Kotamadya Daerah tingkat II lainnya. Eksistensinya berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau.


Keberadaan Kotamadya Batam adalah merupakan Implementasi atas dasar dekonsentrasi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di daerah. Motivasi dibentuknya Kotamadya Batam adalah dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat dan pembangunan Wilayah tersebut sebagai akibat berkembangnya daerah Pulau Batam untuk menjadi daerah Industri, Perdagangan, Alih kapal dan Pariwisata.


Oleh sebab itu dengan adanya peningkatan status Kecamatan Batam yang dulunya termasuk wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Kepulauan Riau menjadi wilayah tersendiri dalam bentuk Pemerintahan Kotamadya Administrasi Batam, yang terdiri atas 3 (tiga) Kecamatan.


Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999, maka Kotamadya Administratif Batam berubah menjadi daerah otonom Kota Batam dengan membawahi 8 kecamatan dan 35 kelurahan serta 16 desa. Kemudian dengan berlakunya Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2005 perubahan status desa menjadi kelurahan dengan rincian sebagai berikut :

a. Kecamatan Belakang Padang terdiri dari 5 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Pulau Terong

2. Kelurahan Pecong

3. Kelurahan Pemping

4. Kelurahan Kasu

5. Kelurahan Belakang Padang


b. Kecamatan Bulang terdiri 6 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Pantai Gelam

2. Kelurahan Temoyong

3. Kelurahan Pulau Setokok

4. Kelurahan Legong

5. Kelurahan Bulang Lintang

6. Kelurahan Pulau Buluh


c. Kecamatan Galang terdiri dari 7 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Pulau Abang

2. Kelurahan Karas

3. Kelurahan Sijantug

4. Kelurahan Sembulang

5. Kelurahan Rempang Cate

6. Kelurahan Subang Mas

7. Kelurahan Galang Baru


d. Kecamatan Sungai Beduk terdiri dari 4 Kelurahan , yaitu :

1. Kelurahan Sagulung

2. Kelurahan Batu Aji

3. Kelurahan Tanjung Piayu

4. Kelurahan Muka Kuning


e. Kecamatan Nongsa terdiri dari 8 Kelurahan , yaitu :

1. Desa Ngenang

2. Kelurahan Kabil

3. Kelurahan Batu Besar

4. Kelurahan Baloi Permai

5. Kelurahan Baloi

6. Kelurahan Teluk Tering

7. Kelurahan Belian

8. Kelurahan Nongsa


f. Kecamatan Sekupang terdiri dari 8 Kelurahan , yaitu :

1. Kelurahan Tanjung Uncang

2. Kelurahan Tanjung Riau

3. Kelurahan Tiban Asri

4. Kelurahan Tiban Lama

5. Kelurahan Tiban Indah

6. Kelurahan Patam Lestari

7. Kelurahan Sungai Harapan

8. Kelurahan Tanjung Pinggir


g. Website Kecamatan Lubuk Baja terdiri dari 5 Kelurahan:

1. Kelurahan Baloi Indah

2. Kelurahan Batu Selicin

3. Kelurahan Kampung Pelita

4. Kelurahan Lubuk Baja Kota

5. Kelurahan Tanjung Uma


h. Kecamatan Batu Ampar terdiri dari 8 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Bukit Jodoh

2. Kelurahan Bengkong Harapan

3. Kelurahan Harapan Baru

4. Kelurahan Kampung Seraya

5. Kelurahan Sungai Jodoh

6. Kelurahan Bengkong Laut

7. Kelurahan Bukit Senyum

8. Kelurahan Batu Merah


Dengan berlakunya Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pemekaran Perubahan dan Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan Dalam Daerah Kota Batam, sehingga jumlah kecamatan di Kota Batam semula 8 Kecamatan berubah menjadi 12 kecamatan dengan rincian sebagai berikut :

a. Kecamatan Belakang Padang terdiri dari 6 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Tanjung Sari

2. Kelurahan Sekanak Raya

3. Kelurahan Pemping

4. Kelurahan Pulau Terong

5. Kelurahan Pecong 6. Kelurahan Kasu


b. Kecamatan Batu Aji terdiri dari 4 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Bukit Tempayan

2. Kelurahan Buliang

3. Kelurahan Kibing

4. Kelurahan Tanjung Uncang


c. Kecamatan Sekupang terdiri dari 7 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Tanjung Riau

2. Kelurahan Tiban Indah

3. Kelurahan Patam Lestari

4. Kelurahan Tiban Baru

5. Kelurahan Tiban Lama

6. Kelurahan Sungai Harapan

7. Kelurahan Tanjung Pinggir


d. Kecamatan Sagulung terdiri dari 6 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Tembesi

2. Kelurahan Sungai Binti

3. Kelurahan Sungai Lekop

4. Kelurahan Sagulung Kota

5. Kelurahan Sungai Langkai

6. Kelurahan Sungai Pelunggut


j. Website Kecamatan Lubuk Baja terdiri dari 5 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Kampung Pelita

2. Kelurahan Batu Selicin

3. Kelurahan Lubuk Baja Kota

4. Kelurahan Tanjung Uma

5. Kelurahan Baloi Indah


k. Kecamatan Galang terdiri dari 8 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Sijantung

2. Kelurahan Karas

3. Kelurahan Sembulang

4. Kelurahan Subang Mas

5. Kelurahan Rempang Cate

6. Kelurahan Air Raja

7. Kelurahan Pulau Abang 8. Kelurahan Galang Baru


l. Kecamatan Bulang terdiri dari 6 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Pulau Buluh

2. Kelurahan Bulang

3. Kelurahan Setokok

4. Kelurahan Batu Legong

5. Kelurahan Pantai Gelam

6. Kelurahan Temoyong


Luas Wilayah Kecamatan dan Kelurahan di Kota Batam

Kecamatan Kelurahan Luas Wilayah (km2)

I. Belakang Padang 69,120

1. Pulau Terong 5,791

2. Pecong 1,382

3. Kasu 50,637

4. Pemping 4,249

5. Tanjung Sari 2,041

6. Sekanak Raya 5,020


II. Bulang 158,753

1. Pantai Gelam 25,853

2. Temoyong 5,351

3. Pulau Setokok 24,886

4. Batu Legong 49,775

5. Bulang Lintang 50, 697

6. Pulau Buluh 2,187


III. Galang 350,764

1. Pulau Abang 28,612

2. Karas 50,449

3. Sijantung 39,610

4. Sembulang 65,834

5. Rempang Cate 91,523

6. Subang Mas 20,254

7. Galang Baru 50,287

8. Air Raja 4,191


IV. Sei Beduk 106,447

1. Tanjung Piayu 28,595

2. Duriangkang 11,273

3. Mangsang 9,999

4. Mukakuning 56,581


V. Nongsa 114,546

1. Ngenang 19,546

2. Kabil 25,915

3. Batu Besar 41,009

4. Sambau 28,074


VI .Sekupang 68,302

1. Tanjung Riau 23,902

2. Tiban Baru 3,886

3. Tiban Lama 14,094

4. Tiban Indah 5,936

5.Patam Lestari 6,159

6. Sungai Harapan 3,325

7. Tanjung Pinggir 10,999


VII.Lubuk Baja 11,426

1. Batu Selicin 1,331

2. Lubuk Baja Kota 1,459

3. Kampung Pelita 1,393

4. Baloi Indah 3,519

5. Tanjung Uma 3,724


VIII.Batu Ampar 11,187

1. Tanjung Sengkuang 3,787

2. Sungai Jodoh 2,161

3. Batu Merah 3,792

4. Kampung Seraya 1,447


IX.Batam Kota 38,964

1. Teluk Tering 5,890

2. Taman Baloi 4,065

3. Sukajadi 3,374

4. Belian 17,683

5. Sungai Panas 2,991

6. Baloi Permai 4,960


X. Sagulung 54,780

1. Tembesi 30,512

2. Sungai Binti 5,356

3. Sungai Lekop 3,723

4. Sagulung Kota 1,933

5. Sungai Langkai 3,983

6. Sungai Pelunggut 9,271


XI. Batu Aji 41,337

1. Bukit Tempayan 1,738

2. Buliang 2,789

3. Kibing 14,535

4. Tanjung Uncang 22,274


XII. Bengkong 13,214

1. Bengkong Laut 1,829

2. Bengkong Indah 0,999

3. Sadai 6,326

4. Tanjung Buntung 4,060

Geografis

1. LETAK

Kota Batam secara geografis mempunyai letak yang sangat strategis, yaitu di jalur pelayaran dunia internasional. Kota Batam berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam Tahun 2004-2014, terletak antara: - 0o25' 29″ LU -1o15'00″ LU - 103o34' 35″ BT -104o26'04″BT


2. LUAS WILAYAH

Berdasarkan RTRW Kota Batam 2004-2014, Luas wilayah Kota Batam 3.990,00 Km2, terdiri dari luas wilayah darat 1.040 Km2 dan luas wilayah laut 2.950 km. Kota Batam meliputi lebih dari 400 (empat ratus) pulau, 329 (tiga ratus dua puluh sembilan) di antaranya telah bernama, termasuk di dalamnya pulau-pulau terluar di wilayah perbatasan Negara.


3. BATAS

Kota Batam berbatasan dengan: - Utara : Selat Singapura - Selatan : Kecamatan Senayang - Barat : Kecamatan Karimun dan Moro Kabupaten Karimun - Timur : Kecamatan Bintan Utara


4. GEOLOGI

Wilayah Kota Batam seperti halnya Kecamatan-kecamatan di daerah lainnya di Provinsi Kepulauan Riau, juga merupakan bagian dari paparan Kontinental. Pulau-pulau yang tersebar di daerah ini merupakan sisa-sisa erosi atau

penyusutan dari daratan pra tersier yang membentang dari semenanjung Malaysia/ Pulau Singapore di bagian utara sampai dengan pulau-pulau Moro dan Kundur serta Karimun di bagian Selatan. Kota Tanjung Pinang yang merupakan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Bintan terletak disebelah timur dan memiliki keterkaitan emosional dan kultural dengan Kota Batam Permukaan tanah di Kota Batam pada umumnya dapat digolongkan datar dengan variasi disana-sini berbukit-bukit dengan ketinggian maksimum 160 M diatas permukaan laut. Sungai-sungai kecil banyak mengalir dengan aliran pelan dan dikelilingi hutan-hutan serta semak belukar yang lebat.


5. IKLIM

Kota Batam mempunyai iklim tropis dengan suhu minimum pada tahun 2014 berkisar antara 21,4oC – 23,4oC dan suhu maksimum berkisar antara 31,8oC – 34,1oC, sedangkan suhu rata-rata sepanjang tahun 2014 adalah 26,3oC–28,2oC. Keadaan tekanan udara rata-rata untuk tahun 2014, berkisar antara 1.008,6 mbs – 1.012,0 mb. Sementara kelembaban udara di Kota Batam rata-rata berkisar antara 75– 86 %.

OPD (Organisasi Perangkat Daerah)

Saat ini, teknologi informasi berkembang sangat cepat, dengan orientasi pengelolaan secara terpusat, real time dan online. Penggunaan teknologi informasi sudah masuk ke hampir semua area kerja. Suatu pemrosesan yang dikerjakan secara manual, apabila menggunakan teknologi informasi, maka dapat dikelola secara elektronik.

Sesuai dengan Peraturan Daerah No. 10 Tahun 2016 Kota Batam tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah, Saat ini Pemerintah Kota Batam memiliki sekitar 53 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang terdiri dari 24 Dinas, 5 Badan, 12 Bagian dan 12 Kecamatan.


A. Dinas

  • Dinas Pendidikan
  • Dinas Kesehatan
  • Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air
  • Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang
  • Dinas Perumahan Rakyat, Permungkiman Dan Pertanaman
  • Satuan Polisi Pamong Praja
  • Dinas Pemadam Kebakaran
  • Dinas Sosial Dan Pemberdayaan Masyrakat
  • Dinas Tenaga Kerja
  • Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana
  • Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian
  • Dinas Perikanan
  • Dinas Pertanahan
  • Dinas Lingkungan Hidup
  • Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil
  • Dinas Perhubungan
  • Dinas Komunikasi Dan Informatika
  • Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro
  • Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  • Dinas Kepemudaan Dan Olahraga
  • Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata
  • Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan
  • Dinas Perindustrian Dan Perdagangan


B. Badan

  • Badan Perencanaan Dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah
  • Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah
  • Badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Daerah
  • Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
  • Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik


C. Bagian

  • Bagian Pemerintah Dan Otonomi Daerah
  • Bagian Kesejahteraan Rakyat
  • Bagian Ketentraman & Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyrakat
  • Bagian Hukum
  • Bagian Perekonomian Dan Sumberdaya Alam
  • Bagian Infrastruktur
  • Bagian Adminitrasi Pembangunan
  • Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa
  • Bagian Umum
  • Bagian Organisasi
  • Bagian Hubungan Masyarakat Dan Protokol
  • Bagian Tata Usaha Pimpinan


D. Kecamatan

  • Kecamatan Batu Ampar
  • Kecamatan Bengkong
  • Kecamatan Nongsa
  • Kecamatan Sei Beduk
  • Kecamatan Lubuk Baja
  • Kecamatan Batu Aji
  • Kecamatan Batam Kota
  • Kecamatan Sekupang
  • Kecamatan Sagulung
  • Kecamatan Belakang Padang
  • Kecamatan Bulang
  • Kecamatan Galang

E. Inspektorat

  • Inspektorat Daerah Kota Batam

F. Sekretariat

  • Sekretariat Daerah Kota Batam
  • Sekretariat DPRD Kota Batam

G. RSUD

  • RSUD Embung Fatimah Kota Batam


Dengan adanya penggunaan teknologi informasi, Oleh Karena itu Dinas Komunikasi dan Informatika telah membuat portal untuk seluruh website OPD. Didalam website tersebut berisi informasi penting mengenai masing-masing tugas, fungsi, visi, misi dan informasi penting lainnya tentang OPD terkait yang dapat di akses oleh seluruh masyarakat kota Batam.

Galeri

Sumber


Halaman ini masih bersifat rintisan.

Isi halaman akan dilengkapi selanjutnya