Pemerintah Kota Batam

Dari WikiBatam
Lompat ke: navigasi, cari

Visi Misi Kota Batam

VISI

Terwujudnya Batam menuju Bandar Dunia yang Madani dan Menjadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Nasional memberikan pemahaman sebagai berikut :

1. Kota Batam sebagai Kota yang akan berkembang dengan pesat dimasa mendatang yaitu Kota yang dapat disejajarkan dengan kota besar lainnya. Letak dan posisi yang strategis maupun daya dukung yang merupakan salah satu alternatif penetapan Kota Batam sebagai Bandar dunia.

2. Bandar dunia bermakna pengembangan dan pembangunan Kota Batam diarahkan sebagai Kota industri, perdagangan, pariwisata dan alih kapal yang kompetitif dan dinamis dikawasan regional Asia Tenggara, serta atraktif bagi pelaku bisnis domestik dan manca negara. Dalam jangka panjang, pengembangan Kota Batam diupayakan menjadi sebuah kata jasa yang merupakan "center of excellent", dengan lebih melakukan pendalaman pada fungsi-fungsi awal kewilayahan, sebagai sebuah kota dagang, Kota pariwisata dan Kota alih kapal serta Kota industri yang ramah Iingkungan dengan sentuhan teknologi yang terus berkembang. “Terwujudnya Batam menuju Bandar Dunia yang Madani dan menjadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Nasional”

3. Madani dalam pengertiannya merupakan masyarakat yang sopan santun, disiplin dan beradab serta berbudaya tinggi (civilized), dimana masyarakat tersebut dalam menghadapi berbagai permasalahan baik yang rumit maupun yang mudah selalu dihadapi dengan sopan santun dan beradab serta dalam mencari jalan keluar melalui musyawarah.

4. Pilar / tiang pranata yang harus dikembangkan untuk mewujudkan masyarakat madani adalah meliputi peranan ulama atau ahli ilmu yang konsisten, umaroh yang mengemban kepemimpinan, pelaku perekonomian masyarakat, pekerja dan rakyat yang loyal.

5. Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Nasional artinya Kota Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di Indonesia, bertumpu pada keunggulan comparative sebagai kota perdagangan dan jasa, hendaknya memiliki daya saing global dan mampu menjalankan fungsinya secara efisien, sehingga representatif dipandang dari kepentingan nasional dan internasional.

6. Sebagai salah satu pusat pertumbuhan nasional nantinya, diharapkan Kota Batam akan memiliki masyarakat yang sejahtera kehidupannya, sumber daya manusia dan generasi muda yang cerdas dan sehat, berbudaya, agamis, berakhlak mulia yang mampu menghadapi kemajuan zaman dan era globalisasi.


MISI

a. Mengembangkan Kota Batam sebagai Kota pusat kegiatan industri, perdagangan, pariwisata, kelautan dan alih kapal yang mempunyai akses ke pasar global dalam suatu sistem tata ruang terpadu yang didukung oleh infrastruktur, sistem transportasi, sistem Teknologi Informasi (IT) dan penataan lingkungan kota yang bersih sehat, hijau dan nyaman

b. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui fasilitasi pengembangan dan pembinaan usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM), koperasi dan investasi yang didukung oleh iklim / situasi usaha yang kondusif berlandaskan supremasi hukum

c. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat hinterland dan masyarakat miskin melalui penyediaan fasilitas infrastruktur dasar, penataan dan pembinaan usaha sektor informal serta penanggulangan masalah sosial.

d. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, menguasai IPTEK dan bermuatan IMTAQ melalui peningkatan dan pemerataan pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyakat serta pembinaan kepemudaan dan olahraga

e. Menggali, mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai seni budaya Melayu dan budaya daerah lainnya serta mengembangkan kehidupan kemasyarakatan yang harmonis, bertoleransi dan berbudi pekerti

f. Mewujudkan pelaksanaan pemerintahan yang baik.

Ekonomi Kota Batam

Pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional menjadikan wilayah ini andalan bagi pemacu pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun bagi Provinsi Kepulauan Riau. Beragam sektor penggerak ekonomi meliputi sektor komunikasi, sektor listrik, air dan gas, sektor perbankan, sektor industri dan alih kapal, sektor perdagangan dan jasa merupakan nadi perekonomian kota batam yang tidak hanya merupakan konsumsi masyarakat Batam dan Indonesia tetapi juga merupakan komoditi ekspor untuk negara lain. Keberadaan kegiatan perekonomian di Kota ini juga dalam rangka meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kota Batam sebagai pelaksana pembangunan Kota Batam bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat daerah Kota Batam serta keikutsertaan Badan Otorita Batam dalam meneruskan pembangunan, memiliki komitmen dalam memajukan pertumbuhan investasi dan ekonomi Kota Batam, hal ini dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman ketiga instansi tersebut, yang kemudian diharapkan terciptanya pembangunan Kota Batam yang berkesinambungan. Batam, bersama dengan Bintan dan Karimun kini telah berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus(KEK). Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi di Batam yang pada akhirnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pariwisata

Terminal Ferry Internasional Sekupang, yang menghubungkan Batam dengan Singapura Pada tahun 2010, Kota Batam menggelar tahun kunjungan wisata bertajuk Visit Batam 2010 – Experience it. Didukung oleh fasilitas hotel dan resort berstandar internasional serta aneka kegiatan wisata yang disusun dalam Kalender Kegiatan Kepariwisataan Kota Batam, diharapkan dapat menjamin kenyamanan dan kepuasan wisatawan domestik dan mancanegara saat berkunjung ke Kota Batam.

Industri

Industri di Batam terbagi menjadi industri berat dan industri ringan. Industri berat didominasi oleh industri galangan kapal, industri fabrikasi, industri baja, industri logam dan lainnya. Sedangkan industri ringan meliputi industri manufacturing, industri elektronika, industri garment, industri plastik dan lainnya. Selain itu, Batam juga dikenal memiliki produksi galangan kapal terbesar di Indonesia.[butuh rujukan]

Kawasan Perdagangan Bebas Indonesia

Kawasan Perdagangan Bebas Indonesia (Indonesia Free Trade Zone) merupakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan dilaksanakan oleh BP Batam (Badan Pengusahaan Batam) menjadi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di mana pelabuhan di Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun memiliki izin bebas pajak barang ekspor-impor yang berlaku mulai 1 April 2009 oleh Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan. Hal ini membuat barang elektronik di Kota Batam atau kendaraan dibebaskan dari PPN, dan menyebabkan barang elektronik yang akan keluar dari Batam dikenakan Pajak Tambahan, serta mobil yang saat dibeli tidak dibayar PPN-nya, tidak bisa dibawa keluar Batam, sebelum membayar PPN 10%.

Sejarah

Terbentuknya Pemerintah Kota Batam sebagai institusi Eksekutif yang melaksanakan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, menjadi harapan untuk dapat menjawab setiap permasalahan maupun tantangan yang muncul sesuai dengan perkembangan Sosial Ekonomi, Sosial Budaya, Politik dan lainnya dalam masyarakat.


Pemerintah Kotamadya Batam dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 1983 dan diresmikan pada tanggal 24 Desember 1983 yang bersifat Administratif dipimpin oleh Walikota yang berkedudukan setingkat dengan Kabupaten/ Kotamadya Daerah tingkat II lainnya. Eksistensinya berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau.


Keberadaan Kotamadya Batam adalah merupakan Implementasi atas dasar dekonsentrasi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di daerah. Motivasi dibentuknya Kotamadya Batam adalah dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat dan pembangunan Wilayah tersebut sebagai akibat berkembangnya daerah Pulau Batam untuk menjadi daerah Industri, Perdagangan, Alih kapal dan Pariwisata.


Oleh sebab itu dengan adanya peningkatan status Kecamatan Batam yang dulunya termasuk wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Kepulauan Riau menjadi wilayah tersendiri dalam bentuk Pemerintahan Kotamadya Administrasi Batam, yang terdiri atas 3 (tiga) Kecamatan.


Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999, maka Kotamadya Administratif Batam berubah menjadi daerah otonom Kota Batam dengan membawahi 8 kecamatan dan 35 kelurahan serta 16 desa. Kemudian dengan berlakunya Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2005 perubahan status desa menjadi kelurahan dengan rincian sebagai berikut :

a. Kecamatan Belakang Padang terdiri dari 5 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Pulau Terong

2. Kelurahan Pecong

3. Kelurahan Pemping

4. Kelurahan Kasu

5. Kelurahan Belakang Padang


b. Kecamatan Bulang terdiri 6 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Pantai Gelam

2. Kelurahan Temoyong

3. Kelurahan Pulau Setokok

4. Kelurahan Legong

5. Kelurahan Bulang Lintang

6. Kelurahan Pulau Buluh


c. Kecamatan Galang terdiri dari 7 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Pulau Abang

2. Kelurahan Karas

3. Kelurahan Sijantug

4. Kelurahan Sembulang

5. Kelurahan Rempang Cate

6. Kelurahan Subang Mas

7. Kelurahan Galang Baru


d. Kecamatan Sei Beduk terdiri dari 4 Kelurahan , yaitu :

1. Kelurahan Sagulung

2. Kelurahan Batu Aji

3. Kelurahan Tanjung Piayu

4. Kelurahan Muka Kuning


e. Kecamatan Nongsa terdiri dari 8 Kelurahan , yaitu :

1. Desa Ngenang

2. Kelurahan Kabil

3. Kelurahan Batu Besar

4. Kelurahan Baloi Permai

5. Kelurahan Baloi

6. Kelurahan Teluk Tering

7. Kelurahan Belian

8. Kelurahan Nongsa


f. Kecamatan Sekupang terdiri dari 8 Kelurahan , yaitu :

1. Kelurahan Tanjung Uncang

2. Kelurahan Tanjung Riau

3. Kelurahan Tiban Asri

4. Kelurahan Tiban Lama

5. Kelurahan Tiban Indah

6. Kelurahan Patam Lestari

7. Kelurahan Sungai Harapan

8. Kelurahan Tanjung Pinggir


g. Kecamatan Lubuk Baja terdiri dari 5 Kelurahan:

1. Kelurahan Baloi Indah

2. Kelurahan Batu Selicin

3. Kelurahan Kampung Pelita

4. Kelurahan Lubuk Baja Kota

5. Kelurahan Tanjung Uma


h. Kecamatan Batu Ampar terdiri dari 8 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Bukit Jodoh

2. Kelurahan Bengkong Harapan

3. Kelurahan Harapan Baru

4. Kelurahan Kampung Seraya

5. Kelurahan Sungai Jodoh

6. Kelurahan Bengkong Laut

7. Kelurahan Bukit Senyum

8. Kelurahan Batu Merah


Dengan berlakunya Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pemekaran Perubahan dan Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan Dalam Daerah Kota Batam, sehingga jumlah kecamatan di Kota Batam semula 8 Kecamatan berubah menjadi 12 kecamatan dengan rincian sebagai berikut :

a. Kecamatan Belakang Padang terdiri dari 6 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Tanjung Sari

2. Kelurahan Sekanak Raya

3. Kelurahan Pemping

4. Kelurahan Pulau Terong

5. Kelurahan Pecong 6. Kelurahan Kasu


b. Kecamatan Batu Aji terdiri dari 4 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Bukit Tempayan

2. Kelurahan Buliang

3. Kelurahan Kibing

4. Kelurahan Tanjung Uncang


c. Kecamatan Sekupang terdiri dari 7 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Tanjung Riau

2. Kelurahan Tiban Indah

3. Kelurahan Patam Lestari

4. Kelurahan Tiban Baru

5. Kelurahan Tiban Lama

6. Kelurahan Sungai Harapan

7. Kelurahan Tanjung Pinggir


d. Kecamatan Sagulung terdiri dari 6 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Tembesi

2. Kelurahan Sungai Binti

3. Kelurahan Sungai Lekop

4. Kelurahan Sagulung Kota

5. Kelurahan Sungai Langkai

6. Kelurahan Sungai Pelunggut


j. Kecamatan Lubuk Baja terdiri dari 5 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Kampung Pelita

2. Kelurahan Batu Selicin

3. Kelurahan Lubuk Baja Kota

4. Kelurahan Tanjung Uma

5. Kelurahan Baloi Indah


k. Kecamatan Galang terdiri dari 8 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Sijantung

2. Kelurahan Karas

3. Kelurahan Sembulang

4. Kelurahan Subang Mas

5. Kelurahan Rempang Cate

6. Kelurahan Air Raja

7. Kelurahan Pulau Abang 8. Kelurahan Galang Baru


l. Kecamatan Bulang terdiri dari 6 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Pulau Buluh

2. Kelurahan Bulang

3. Kelurahan Setokok

4. Kelurahan Batu Legong

5. Kelurahan Pantai Gelam

6. Kelurahan Temoyong


Luas Wilayah Kecamatan dan Kelurahan di Kota Batam

Kecamatan Kelurahan Luas Wilayah (km2)

I. Belakang Padang 69,120

1. Pulau Terong 5,791

2. Pecong 1,382

3. Kasu 50,637

4. Pemping 4,249

5. Tanjung Sari 2,041

6. Sekanak Raya 5,020


II. Bulang 158,753

1. Pantai Gelam 25,853

2. Temoyong 5,351

3. Pulau Setokok 24,886

4. Batu Legong 49,775

5. Bulang Lintang 50, 697

6. Pulau Buluh 2,187


III. Galang 350,764

1. Pulau Abang 28,612

2. Karas 50,449

3. Sijantung 39,610

4. Sembulang 65,834

5. Rempang Cate 91,523

6. Subang Mas 20,254

7. Galang Baru 50,287

8. Air Raja 4,191


IV. Sei Beduk 106,447

1. Tanjung Piayu 28,595

2. Duriangkang 11,273

3. Mangsang 9,999

4. Mukakuning 56,581


V. Nongsa 114,546

1. Ngenang 19,546

2. Kabil 25,915

3. Batu Besar 41,009

4. Sambau 28,074


VI .Sekupang 68,302

1. Tanjung Riau 23,902

2. Tiban Baru 3,886

3. Tiban Lama 14,094

4. Tiban Indah 5,936

5.Patam Lestari 6,159

6. Sungai Harapan 3,325

7. Tanjung Pinggir 10,999


VII.Lubuk Baja 11,426

1. Batu Selicin 1,331

2. Lubuk Baja Kota 1,459

3. Kampung Pelita 1,393

4. Baloi Indah 3,519

5. Tanjung Uma 3,724


VIII.Batu Ampar 11,187

1. Tanjung Sengkuang 3,787

2. Sungai Jodoh 2,161

3. Batu Merah 3,792

4. Kampung Seraya 1,447


IX.Batam Kota 38,964

1. Teluk Tering 5,890

2. Taman Baloi 4,065

3. Sukajadi 3,374

4. Belian 17,683

5. Sungai Panas 2,991

6. Baloi Permai 4,960


X. Sagulung 54,780

1. Tembesi 30,512

2. Sungai Binti 5,356

3. Sungai Lekop 3,723

4. Sagulung Kota 1,933

5. Sungai Langkai 3,983

6. Sungai Pelunggut 9,271


XI. Batu Aji 41,337

1. Bukit Tempayan 1,738

2. Buliang 2,789

3. Kibing 14,535

4. Tanjung Uncang 22,274


XII. Bengkong 13,214

1. Bengkong Laut 1,829

2. Bengkong Indah 0,999

3. Sadai 6,326

4. Tanjung Buntung 4,060


Geografis

1. LETAK

Kota Batam secara geografis mempunyai letak yang sangat strategis, yaitu di jalur pelayaran dunia internasional. Kota Batam berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam Tahun 2004-2014, terletak antara: - 0o25' 29″ LU -1o15'00″ LU - 103o34' 35″ BT -104o26'04″BT


2. LUAS WILAYAH

Berdasarkan RTRW Kota Batam 2004-2014, Luas wilayah Kota Batam 3.990,00 Km2, terdiri dari luas wilayah darat 1.040 Km2 dan luas wilayah laut 2.950 km. Kota Batam meliputi lebih dari 400 (empat ratus) pulau, 329 (tiga ratus dua puluh sembilan) di antaranya telah bernama, termasuk di dalamnya pulau-pulau terluar di wilayah perbatasan Negara.


3. BATAS

Kota Batam berbatasan dengan: - Utara : Selat Singapura - Selatan : Kecamatan Senayang - Barat : Kecamatan Karimun dan Moro Kabupaten Karimun - Timur : Kecamatan Bintan Utara


4. GEOLOGI

Wilayah Kota Batam seperti halnya Kecamatan-kecamatan di daerah lainnya di Provinsi Kepulauan Riau, juga merupakan bagian dari paparan Kontinental. Pulau-pulau yang tersebar di daerah ini merupakan sisa-sisa erosi atau

penyusutan dari daratan pra tersier yang membentang dari semenanjung Malaysia/ Pulau Singapore di bagian utara sampai dengan pulau-pulau Moro dan Kundur serta Karimun di bagian Selatan. Kota Tanjung Pinang yang merupakan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Bintan terletak disebelah timur dan memiliki keterkaitan emosional dan kultural dengan Kota Batam Permukaan tanah di Kota Batam pada umumnya dapat digolongkan datar dengan variasi disana-sini berbukit-bukit dengan ketinggian maksimum 160 M diatas permukaan laut. Sungai-sungai kecil banyak mengalir dengan aliran pelan dan dikelilingi hutan-hutan serta semak belukar yang lebat.


5. IKLIM

Kota Batam mempunyai iklim tropis dengan suhu minimum pada tahun 2014 berkisar antara 21,4oC – 23,4oC dan suhu maksimum berkisar antara 31,8oC – 34,1oC, sedangkan suhu rata-rata sepanjang tahun 2014 adalah 26,3oC–28,2oC. Keadaan tekanan udara rata-rata untuk tahun 2014, berkisar antara 1.008,6 mbs – 1.012,0 mb. Sementara kelembaban udara di Kota Batam rata-rata berkisar antara 75– 86 %.

OPD (Organisasi Perangkat Daerah)

Saat ini, teknologi informasi berkembang sangat cepat, dengan orientasi pengelolaan secara terpusat, real time dan online. Penggunaan teknologi informasi sudah masuk ke hampir semua area kerja. Suatu pemrosesan yang dikerjakan secara manual, apabila menggunakan teknologi informasi, maka dapat dikelola secara elektronik.

Sesuai dengan Peraturan Daerah No. 10 Tahun 2016 Kota Batam tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah, Saat ini Pemerintah Kota Batam memiliki sekitar 53 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang terdiri dari 24 Dinas, 5 Badan, 12 Bagian dan 12 Kecamatan.


A. Dinas


B. Badan


C. Bagian


D. Kecamatan


Dengan adanya penggunaan teknologi informasi, Oleh Karena itu Dinas Komunikasi dan Informatika telah membuat portal untuk seluruh website OPD. Didalam website tersbut berisi informasi penting mengenai masing-masing tugas, fungsi, visi, misi dan informasi penting lainnya tentang OPD terkait yang dapat di akses oleh seluruh masyarakat kota Batam.

Galeri

Sumber


Halaman ini masih bersifat rintisan.

Isi halaman akan dilengkapi selanjutnya